Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Oktober 2017

DAMPAK PENCEMARAN AIR
1. Bidang kesehatan.
Menurunnya kualitas air akibat pencemaran tentu akan mengancam tingkat kesehatan manusia. Pencemaran air yang menyebabkan pesatnya pertumbuhan bakteri patogen seperti diare yang disebarkan lewat air.  Terlebih jika air yang tercemar dijadikan sebagai sumber air untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.
2. Tumbuhnya organisme lain.
Eutrofikasi yang timbul akibat limbah pertanian (pupuk) dan peternakan (kotoran hewan) mengancam kehidupan biota perairan. dengan pesatnya pertumbuhan tumbuha air seperti alga dan lainnya akan membuat permukaan air dipenuhi oleh tumbuhan tentu saja hal ini akan menyebabkan cahaya yang masuk menjadi sedikit sekali, dengan demikian akan mempengaruhi suhu perairan , suhu yang rendah sangat tidak baik bagi ikan- ikan. Selain itu, kadar oksigen yang terlarut juga semakin rendah. Biota air sangat mengandalkan oksigen terlarut dalam air, jika konsentrasi oksigen berkurang maka persaingan untuk bertahan hidup akan semakin sulit.
3. Kematian Biota Air
Masalah utama yang disebabkan oleh dampak pencemaran air adalah terbunuhnya kehidupan yang tergantung pada sungai tersebut. Ikan, kepiting, burung camar dan banyak hewan lain terbunuh karena adanya polutan berbahaya yang meracuni habitat mereka.
4. Kerusakan Rantai Makanan
Dampak pencemaran air juga merusak tatanan rantai makanan alami yang selama ini berlangsung dalam ekosistem air. Polutan seperti timbal yang dimakan oleh ikan kecil, akan terbawa pada tingkat trofik selanjutnya. Ikan-ikan besar, kerang, dan tingkat trofik di atasnya juga akan ikut merasakan dampak dari polutan yang dimakan oleh si ikan kecil.
5. Kerusakan Ekosistem
Dampak pencemaran air pada tahap selanjutnya akan terjadi pada ekosistem. Pencemaran air mengakibatkan kerusakan ekosistem yang berarti interaksi antar makhluk hidup di suatu tempat akan berubah.  Banyak daerah yang sekarang jadi terkena pencemaran air karena kelalaian manusia dalam menjaga kelestarian lingkungannya, dan di masa yang akan datang daerah-daerah yang tercemar ini tentu akan membuat manusia mengalami banyak kesulitan.
6. Merusak keindahan lingkungan
Dengan semakin banyaknya zat organic yang dibuang ke lingkungan perairan, maka perairan tersebut akan semakin tercemar yang biasanya ditandai dengan bau yang menyengat disamping tumpukan sampah dapat mengurangi keindahan lingkungan.
7. Menyebabkan terjadinya banjir tanah.
Sampah yang menumpuk dapat menyumbat sungai sehingga air meluap dan terjadilah banjir.
8. Tanah longsor.
Sampah yang terlalu banyak membuat tumbuhan besar yang dapat mencegah terjadinya tanah longsor tidak dapat tumbuh dengan baik. Sehingga dapat menyebabkan terjadinya tanah longsor. 

CARA MENANGANI PENCEMARAN AIR
1. Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
2. Tidak membuang sampah ke sungai.
3. Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
4. Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar sumber-sumber air bersih lainnya tidak tercemar.
5. Mendaur ulang semua sampah yang bsa didaur ulang.
6. Menanam tanaman-tanaman berkayu tebal.
7. Tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran terhadap lingkungan
8. Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang apa arti lingkungan hidup sehingga ‎manusia lebih mencintai lingkungannya



PENCEMARAN AIR



A.  Pengertian Pencemaran Air

Salah satu dampak negative dari kemjuan ilmu dan teknologi yang tidak digunakan dengan benar adalah terjadinya polusi. Polusi  adalah peristiwa masuknya zat, unsure, zat atau komponen lain yang merugikan ke dalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. Segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut polutan.
Suatu benda dapat dikatakan polutan bila kadarnya melebihi batas normal, berada pada tempat dan waktu yang tidak tepat. Polutan dapat berupa suara, panas, radiasi, debu, bahan kimia, zat- zat yang dihasilkan makhluk hidup dan sebagainya. Adanya polutan dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan lingkungan tidak dapat mengadakan pembersihan sendiri ( regenerasi). Oleh karena itu, polusi terhadap lingkungan perlu dideteksi secara dini dan ditangani segera.
Polusi air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsure atau komponen lainnya ke dalam air, sehingga kualitas air terganggu yang ditandai dengan perubahan warna, baud an rasa. Beberapa contoh polutan antara lain: Fosfat yang berasal dari penggunaan pupuk buatan dan detergen, Poliklorin Bifenil (PCB) senyawa ini berasal dari pemanfaatan bahan- bahan peluma dan plastic, Minyak dan Hidrokarbon dapat berasal dari kebocoran pada roda dan kapal pengangkut minyak, logam- logam berat berasal dari industri bahan kimia dan bensin, Limbah Pertanian berasal dari kotoran hewana dan tempat penyimpanan makanan ternak, Kotoran Manusia berasal dari saluran pembuangan tinja manusia.

B.    SUMBER PENCEMARAN AIR
Polusi kota
Air limbah dari kota-kota berisi banyak kontaminan yang berbeda dari banyak rumah yang berbeda, bisnis, dan industri (Gambar di bawah). Kontaminan berasal dari:
Pembuangan limbah (beberapa limbah tidak diobati atau tidak dibersihkan).
Saluran badai.
Septic tank (limbah dari rumah).
Kapal yang membuang limbah.
Limpasan pertanian (pupuk dan limbah herbisida).
polusi kota dan pertanian

Polusi industri
Pabrik dan rumah sakit memuntahkan polutan ke udara dan saluran air (Gambar di bawah). Beberapa polutan industri yang paling berbahaya termasuk:
  • Zat radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan sumber-sumber medis dan ilmiah.
  • Logam berat, racun organik, minyak, dan padatan dalam limbah industri.
  • Bahan kimia, seperti belerang, dari pembakaran bahan bakar fosil.
  • Minyak dan produk minyak lainnya dari tumpahan supertanker dan kecelakaan pengeboran lepas pantai.
  • Air panas dari proses industri, seperti pembangkit listrik.
air Limbah Industri. Polusi air yang berasal dari pabrik di Meksiko. Warna-warna yang berbeda dari busa menunjukkan berbagai bahan kimia dalam air dan polusi industri.

Polusi pertanian
Limpasan dari tanaman, ternak, dan peternakan unggas membawa kontaminan seperti pupuk, pestisida, dan kotoran hewan ke saluran air di dekatnya (Gambar di bawah). Tanah dan lumpur juga lari dari peternakan. Limbah hewan mungkin membawa penyakit berbahaya, terutama di negara berkembang. hewan di pabrik peternakan dengan kepadatan tinggi berarti bahwa limpasan dari daerah ini penuh polutan.
       Pupuk yang mengalir dari rumput dan ladang pertanian sangat berbahaya bagi lingkungan. Nutrisi, seperti nitrat, pupuk yang mendorong pertumbuhan alga dalam air yang teraliri mereka. Dengan kelebihan nutrisi, danau, sungai, dan teluk menjadi tersumbat dengan ganggang dan tanaman air. Akhirnya organisme ini mati dan membusuk. Organisme dekomposer menggunakan semua oksigen terlarut dalam air. Tanpa oksigen, sejumlah besar tanaman, ikan, dan hewan yang tinggal di bawah air akan mati.

Pencemaran mikroorganisme dalam air. 
       Pencemaran jenis ini adalah kuman sebagai penyebab penyakit pada makhluk hidup seperti bakteri, virus, protozoa dan paras.

Pencemaran air oleh anorganik nutrisi tanaman. 
        Penggunaan pupuk nitrogen dan fosfat pada bidang pertanian telah dilakukan sejak dulu dan meluas. Pupuk kimia ini memang menghasilkan produksi tanamanya yang bagus sehingga menguntungkan petani, tetapi di lain pihak kedua bahan kimia itu dapat mencemari danau, sungai dan lautan.

Pencemaran oleh bahan kimia anorganik. 
        Bahan kimia anorganik seperti garam, asam dan bahan toksik logam seperti timbale, cadmium, merkuri dalam kadar tinggi yang dapat menyebabkan air tidak enak lainnya. Pencemaran bahan-bahan tersebut dapat menurunkan produksi tanaman pangan dan bisa merusak peralatan yang dilintasi air karena korosif.